Rabu, 24 April 2013

Match


Puisi ini adalah curahan hati seorang  penikmat matematika yang tengah menghadapi krisis pencarian jawaban buat soal yang dihadapinya,

Setiap saat kau menghantuiku
Hadirkan berbagai deretan angkamu
Kerapkali kurasa jatuh dibuatmu
Seakan sang pemikir meledak sudah
Kuamati satu persatu
Berusaha menggappai nilai yang pasti itu
Hei, sang pemikirku . . .
Sudahkah kau menggenggamnya
Dia nilai pasti yang selalu menghantuiku
Temukan dia !!
Tawanlah, penggallah dia di hadapan ku
Betapa jiwaku berharap, dia tertaklukkan
Tuk ku sandingkan sserasi
Dengan deretan kalimat matematikaku

KAULAH SANDARAN HATIKU


 
Ketika tangis tak lagi dihiasi airmata
Ketika nestapa tak lagi berakhir
Kala sepi biaskan pilu
Terdiam aku dalm luka
Dalam sepi yang tiada akhir
Di uung malam aku tenggelam
Dalam kelam semakin perih
Aku rasakan jiwaku
Lelah terus mencari, namun
Tak ada tempat tuk sandaran diri
Tak ada tangan tempat pertolongan
Dalm diam aku memanggil
Betapa kuingin berlari, namun
Tak ada jalan tuk sembunyi
Hanya dirimu kutemukan
Sandaran hati ini